Cairin Tabungan Pensiun Dini? Gak Untung, Hanya Tambah Risiko

Ilustrasi pensiun

Jika ditanya, apakah boleh kita mencairkan investasi yang ditujukan dana pensiun sebelum waktunya, jawabannya tentu saja boleh. Namun apakah hal ini tepat dilakukan?

Apabila Anda memiliki produk Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK), maka dana tersebut bisa saja ditarik setahun sebelum masa pensiun tiba.

Begitu pun dengan Jaminan Hari Tua BPJS Ketenagakerjaan, ketika Anda sudah tidak lagi terikat kontrak kerja dengan suatu perusahaan maka Anda bisa mencairkannya.

Tapi sejatinya, ada banyak alasan mengapa seseorang mencairkan investasi dana pensiun sebelum waktunya. Hal itu bisa berupa karena masalah likuiditas, perubahan portofolio investasi, atau masalah keuangan lainnya.

Namun apa saja dampak yang kemungkinan Anda alami jika terlalu cepat melakukan pencairan?

Biaya hidup di masa tua bisa kurang tercukupi

Satu hal yang menjadi musuh dalam selimut bagi setiap orang adalah inflasi. Tak heran jika di masa tua nanti, kita akan membutuhkan dana pensiun yang tinggi bahkan mencapai miliaran Rupiah karena adanya kenaikan harga barang dan jasa.

Tujuan dari mengumpulkan dana pensiun adalah agar kita memiliki dana yang cukup untuk membiayai hidup kita, di saat kita tak lagi produktif dalam bekerja. Ketika proses pengumpulan dana tersebut terhenti di tengah jalan tanpa alasan yang jelas, maka impian pensiun dengan tenang bisa jadi angan-angan.

Tanpa dana pensiun yang cukup, besar kemungkinan Anda masih harus bekerja untuk mencukupi kebutuhan hidup.

Proses investasi Anda bisa menjadi semakin berat

Anggap saja, target dana pensiun atau nest egg Anda adalah Rp 10 miliar. Anda pun memiliki jangka waktu mengumpulkan dana pensiun selama 20 tahun.

Namun memasuki tahun kelima Anda terpaksa mencairkan seluruh investasi dana pensiun tersebut karena adanya kewajiban melunasi utang konsumtif yang cukup tinggi.

Tanpa disadari, waktu yang tersisa untuk mengumpulkan dana pensiun itu akan berkurang menjadi 15 tahun. Untuk mendapatkan uang sebesar Rp 10 miliar dalam 15 tahun, dana yang harus Anda sisihkan pun menjadi lebih besar karena tenor investasinya makin pendek.

Itulah sebabnya mengapa proses investasi Anda bisa menjadi semakin berat. Bila tidak mampu untuk menyisihkan dana dalam jumlah yang ditetapkan, maka salah satu caranya adalah mengurangi target dana pensiun dari Rp 10 miliar menjadi lebih rendah.

Dengan dana pensiun yang lebih rendah, Anda pun harus menurunkan standar maupun gaya hidup di masa tua.

Mungkin saja Anda bisa memilih investasi dengan imbal hasil yang lebih tinggi untuk mempercepat proses ini.

Tapi ketahuilah, makin tinggi imbal hasil maka makin tinggi pula risiko investasi Anda, semakin tua usia kita maka alangkah baiknya untuk mengalokasikan aset investasi kita lebih banyak ke instrumen yang rendah risiko atau pendapatan tetap.

Warisan jadi makin berkurang

Idealnya, seorang yang memiliki dana pensiun tentu bisa mewariskan dana tersebut apabila dananya masih tersisa saat mereka mereka tutup usia.

Tapi apa yang terjadi jika dana tersebut sudah dicairkan sebelum waktunya, dan orang yang bersangkutan kehilangan kemampuan untuk mencari nafkah? Sebut saja karena meninggal dunia di masa produktif.

Alhasil, aset lancar yang bisa diwariskan ke anak atau orang yang dikasihi akan semakin berkurang. Secara tidak langsung, beban finansial keluarga yang ditinggal bisa makin berat terutama bila dirinya juga tidak memiliki asuransi jiwa.

Ketika tabungan dana pensiun itu masih ada, setidaknya dana yang disimpan di aset investasi bisa dicairkan untuk membantu biaya hidup keluarga atau balik nama aset yang diwariskan.

Pensiun yang sudah kita kumpulkan juga akan menjadi tambahan warisan yang berguna bagi keluarga yang ditinggal.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*