Kelar PHK, Raksasa Teknologi Getol Rekrut Karyawan Kontrak

infografis bank di dunia yang melakukan  PHK terhadap karyawannya

Badai PHK masih menghadang raksasa teknologi, baik di Indonesia maupun global. Namun, ada tren menarik yang dialami sebagian korban PHK.

Di salah perusahaan teknologi terbesar di Seattle, AS, beberapa pegawai yang sudah di-PHK ditawari masuk kembali ke perusahaan. Namun, bukan sebagai karyawan tetap melainkan kontrak.

Dengan memperkerjakan karyawan kontrak, banyak kewajiban perusahaan yang tak wajib dipenuhi. Misalnya saja tunjangan berupa asuransi dan jatah saham.

Selain itu, para karyawan yang ditawari kerja kontrak juga mendapat gaji di bawah yang mereka terima sebelumnya. Yang paling tragis, mereka bisa dipangkas kapan saja jika sudah ‘tak dibutuhkan’.

Bagi korban PHK, tawaran perusahaan untuk menjadikan mereka sebagai karyawan kontrak adalah penghinaan.

“Kami semua baru saja kaget dengan perubahan di hidup pasca PHK. Hal terakhir yang ingin kami lakukan adalah kembali bekerja untuk perusahaan yang memecat kami lewat PHK,” kata mantan karyawan Microsoft yang kena PHK dan diminta kembali bekerja.

Hal serupa dialami mantan karyawan Amazon yang juga kena PHK pada Januari lalu. Ia mengatakan mendapatkan tawaran kontrak dari beberapa perekrut yang spesifik mencari ‘orang yang punya pengalaman bekerja di Amazon’.

Menanggapi hal itu, karyawan tersebut mengatakan ke perekrut, “bilang ke Amazon, kalau mereka mau engineer, jangan pecat saya sebelumnya,” ujarnya.

Juru bicara Amazon akhirnya angkat bicara soal fenomena ini. Menurut dia, Amazon memang mencari beberapa pekerja kontrak untuk mendukung proyek jangka pendek atau yang memiliki keterampilan spesifik.

“Pekerja kontrak tidak akan menggantikan pekerja penuh,” kata sang juru bicara.

Sementara itu, Microsoft menolak berkomentar untuk hal ini. Namun, Microsoft memang dari dulu dikenal banyak memiliki karyawan kontrak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*