Mau Bagi Dividen, Jajaran Direksi Bank Jabar Borong Saham

bank bjb

Sejumlah direksi PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. (BJBR) atau Bank BJB memborong saham bank daerah tersebut. Diantaranya ada tiga direksi yang kompak memborong saham BJBR pada Kamis (13/4/2023) dengan jumlah pembelian saham yang sama, yakni 321.401 saham.

Pertama, Direktur Konsumer Ritel dan Konsumsi Suartini yang setelah transaksi ini, ia menggenggam sebanyak 1.754.691 saham BJBR. Kemudian Direktur Operasional Tedi Setiawan, usai transaksi memegang sebanyak 1.228.192 saham. Direktur Kepatuhan Cecep Trisna yang turut memborong saham kini menguasai 456.911 saham BJBR.

Dengan harga Rp1.387,80 per saham, total nilai transaksi masing-masing direksi mencapai Rp445,78 juta.

Sementara itu, Bank BJB telah mengumumkan akan membagikan dividen tunai tahun buku 2022 sebesar Rp1,1 triliun atau Rp104,55 per saham. Pembagian dividen ini merupakan penggunaan 49,47% laba bersih tahun 2022 yang sebesar Rp2,22 triliun.

Pembayaran akan dilakukan pada 4 Mei 2023 mendatang.

Saham Bukit Uluwatu Kena Suspensi, Kenapa?

Alila Ubud/BUVA

Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham atau suspensi pada emiten pengembang yang bergerak di bidang hotel dan resort, PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA) yang tercatat di papan pengembangan.

Mengutip keterbukaan informasi BEI, suspensi tersebut diberikan karena tidak dipenuhinya kewajiban PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. (Perseroan) dan adanya ketidakpastian atas kelangsungan usaha perseroan.

“Bursa memutuskan untuk melakukan penghentian sementara perdagangan Efek Perseroan di Seluruh Pasar terhitung sejak Sesi I Perdagangan Efek tanggal 14 April 2023, hingga pengumuman Bursa lebih lanjut,” tulis manajemen dikutip, Senin (17/4).

Dengan demikian, meminta kepada pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perseroan.

BUVA dimiliki oleh Franky Tjahyadikarta yang menjabat sebagai Direktur Utama.

 

Doyan Ngutang, Konglo Ini Jatuh Miskin Harta Lenyap Rp160 T

CEO of Carvana, Ernest Garcia III (Tangkapan Layar carvana.com)

Ernest Garcia III mengalami tahun yang berat. Kekayaan pengusaha mobil bekas asal Amerika Serikat (AS), Carvana, tersebut tersisa kurang dari US$100 juta (atau setara dengan Rp1,47 triliun (asumsi kurs Rp14.695/US$) pada akhir tahun lalu.

Padahal, menurut catatan Forbes, kekayaan Garcia III sempat melambung ke atas US$11 miliar (Rp161,64 triliun) ketika harga saham perusahaan memuncak pada Agustus 2021.

Namun, lantaran lesunya pasar mobil bekas dan adanya kekhawatiran investor terhadap tumpukan utang Carvana yang mencapai US$5,6 miliar (Rp82,29 triliun) harga saham perusahan anjlok 97% sejak level tertinggi dua tahun lalu.

Sebagai gambaran, harga saham Carvana sempat melonjak ke US$360/saham pada Agustus 2021, sebelum terjun bebas ke bawah US$4/saham pada akhir Desember 2022. Pada 14 April 2023, harga saham Carvana berada di US$8,97/saham.

Carvana, yang sempat mengaku ‘Amazon-nya mobil bekas’ sendiri mengalami kerugian hingga US$2,9 miliar (Rp42,61 triliun) sepanjang 2022.

Seiring dengan laporan kinerja yang mengecewakan pada tahun lalu, S&P Global Ratings menurunkan peringkat outlook Carvana menjadi negatif dari sebelumnya stabil.

Saat ini perusahaan, yang terus membakar kas, sedang berkonsultasi dengan kuasa hukum dan sejumlah bankir investasi terkait opsi untuk mengelola beban utangnya.

Anjloknya kekayaan Enerst Garcia III, yang merupakan putra dari Enerst Garcia II yang juga pengusaha mobil bekas, tersebut hampir menyamai rekor buruk bos platform kripto FTX, Sam Bankman-Fried, yang kehilangan US$26 miliar kekayaan usai perusahaan mengalami kebangkrutan pada tahun lalu.

Kabar teranyar, Carvana disebut telah membatalkan rencana untuk membuka kantor besar di menara Dunwoody yang mewah di Geogia, AS.

Sebagai informasi, Carvana mulanya didirikan Garcia III bersama Ryan Keeton dan Ben Huston pada tahun 2012.

Pada April 2017, perusahaan go public dengan tercatat di New York Stock Exchange (NYSE) dengan simbol ticker CVNA.

Jokowi Gaet Perusahaan Eropa Investasi EV, Emiten Ini Untung?

Ilustrasi baterai pada mobil listrik yang dikemas dalam komponen yang aman. electrec.co

Pertemuan bisnis telah dilakukan oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dengan tiga pemimpin perusahaan Eropa di Hotel Kastens Luisenhoff, Hannover, Jerman, Minggu (16/04/2023). Tiga perusahaan tersebut adalah BASF, Eramet, dan Volkswagen melalui PowerCo.

Pemimpin perusahaan BASF menyampaikan secara langsung bahwa pihaknya akan melakukan investasi dalam pembangunan ekosistem baterai mobil di Maluku Utara.

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan, BASF menyampaikan secara langsung minat investasinya kepada Presiden Jokowi untuk melakukan investasi di Maluku Utara dalam rangka pembangunan ekosistem baterai mobil yang kurang lebih investasinya sekitar 2,6 miliar dolar AS.

Nantinya, BASF akan bekerja sama dengan perusahaan Prancis, Eramet, untuk menciptakan ekosistem tersebut dengan menerapkan praktik usaha yang memperhatikan ESG (Environment, Social and Government) lingkungan dan menggunakan energi hijau.

“Proses pembangunannya akan mulai dilakukan di akhir tahun 2023 ini,” ucap Bahlil.

Bahlil juga menjelaskan perusahaan Volkswagen melalui PowerCo juga turut akan membangun ekosistem baterai mobil di Indonesia dengan bekerjasama bersama sejumlah perusahaan termasuk perusahaan nasional. Hal tersebut merupakan momentum yang tepat untuk menunjukkan bahwa Indonesia secara terbuka memberikan peluang investasi kepada perusahaan di seluruh dunia.

“Ini sebagai bentuk investasi yang inklusif dan sekaligus untuk menganulir cara pikir orang bahwa seolah-olah pengelolaan tambang kita di Indonesia tidak memperhatikan kaidah-kaidah yang ada pada standar internasional,” imbuh Bahlil.

Diketahui, perkembangan mobil listrik sudah dimulai satu dekade yang lalu. Peralihan atau transisi dari penggunaan mobil konvensional ke mobil listrik didorong oleh kesepakatan negara-negara di dunia untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) pada 2060. Begitupun di Indonesia, masa depan industri otomotif Indonesia tengah mengalami transisi menuju industry yang lebih ramah lingkungan.

Pada 2040, Kementerian ESDM menargetkan bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) ditargetkan sudah mencapai 71% dengan tidak ada penjualan motor konvensional, dan konsumsi listrik mencapai 2.847 kWh/kapita. Lalu pada 2050, bauran EBT diharapkan sudah mencapai 87% dibarengi dengan tidak melakukan penjualan mobil konvensional dan konsumsi listrik 4.299 kWh/kapita. Saat ini, data terbaru di 2021, porsi bauran EBT baru mencapai 11,5%.

Tenaga Ahli Menteri Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Bidang Kelistrikan Sripeni Inten Cahyani mengatakan produksi mobil listrik diharapkan bisa menggeser populasi kendaraan mesin bakar, dan konversi kendaraan listrik secara langsung akan mengurangi populasinya.

Menurut Inten, berdasarkan jumlah sertifikat registrasi uji tipe yang telah terbit kini merangkak naik, di tahun 2023 jumlah kendaraan listrik meningkat menjadi 53.091 unit dan jumlah SPKLU di akhir tahun 2022 bertambah menjadi 439 unit.

Selain itu, Asian Development Bank trend kenaikan kendaraan listrik akan lanjut naik di tahun 2023. Asian Develeopment Bank menaksir akan ada 67 ribu unit motor listrik tahun ini, kemudian meningkat menjadi 301 ribu unit hingga 2,86 juta unit pada 2025 dan 2030.

Hal ini pun akan berpengaruh positif pada beberapa sektor kendaraan listrik dan produsen nikel dalam pembuatan baterai kendaraan listrik yang dimana akan menopang pemasukan dari industri tersebut.

 

Bos-Bos Emiten Ini Borong Saham Jelang Lebaran, Cek Daftarnya

Pengunjung melintas dan mengamati pergerakan layar elektronik di di Jakarta, Selasa (2/1/2018).

Sejumlah pimpinan perusahaan memborong saham emitennya sendiri jelang Lebaran 2023. Rata-rata tujuan mereka menambah kepemilikan sahamnya untuk berinvestasi karena status kepemilikannya dimiliki secara langsung.

Direktur Utama Emiten Real Estate PT Bumi Citra Permai Tbk (BCIP) Edward Halim telah memborong 803.700 saham pada 4-12 April 2023. Saat itu, harga per sahamnya berkisar di Rp56 dan Rp59.

Dengan asumsi nilai rata-rata dari kedua harga tersebut, Edward bisa saja merogoh kocek sebanyak Rp46,2 juta untuk membeli saham BCIP.

Atas transaksi ini, porsi kepemilikan Edward kian menanjak menjadi 2,66 juta saham atau sebanyak 0,19%. Sementara sebelum itu, ia hanya memiliki 1,86 juta atau 0,13%.

Selanjutnya, Direktur PT Siloam International Hospitals Tbk. (SILO), Hendy Widjaja yang menambah koleksi kepemilikan sahamnya di emiten rumah sakit tersebut sebanyak 840 ribu lembar saham.

Corporate Secretary PT Siloam International Hospitals Tbk Ratih Hadiwinoto mengatakan, pada saat Hendy melakukan pembelian, harga saham SILO dibanderol Rp 1.320 per saham.

Artinya, Hendy telah merogoh kantong sebesar Rp 1,1 miliar. Dengan demikian kepemilikan Hendy meningkat dari 496 ribu menjadi 1,33 juta saham atau setara dengan porsi 0,01%.

Adapun tujuan pembelian tersebut dilakukan pada 8 Maret 2023 dengan tujuan MESOP dengan status kepemilikan langsung.

Management and Employee Stock Option Program atau MESOP adalah skema kepemilikan saham perusahaan oleh manajemen yang umumnya digunakan untuk apresiasi terhadap kinerja karyawan.

Terakhir, ada Avian Widyasmoni yang menjabat sebagai Direktur PT Maharaksa Biru Energi Tbk. (OASA) membeli saham sebanyak 54,3 juta lembar atau setara dengan 0,84%.

Avian melakukan transaksi pembelian saham di emiten yang bergerak di bidang mekanik dan teknik sipil listrik tersebut pada 27 Maret 2023 saat harga saham OASA di level Rp 117 per saham. Dengan harga tersebut, nilai transaksi yang dilakukan Avian mencapai Rp 6,35 miliar.

Disebut Erick Thohir Sudah Sehat, Begini Jeroan BUMN Karya

Erick Thohir

Baru-baru ini Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan PT PP (Persero) Tbk (PTPP) atau PP sudah tidak ‘sakit’ lagi. Namun, efek penugasan mega proyek infrastruktur Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih menyisakan beban utang yang tinggi terhadap emiten BUMN Karya.

Sebelumnya, pada pekan lalu, Erick menanggapi sejumlah BUMN Karya yang ‘sakit’ alias mencatat kinerja buruk karena penugasan pemerintah dalam membangun infrastruktur.

“BUMN PP udah sehat. Itulah kenapa Pak Wamen Tiko (Wakil Menteri BUMN II Kartiko Wirjoatmojo) sekarang sedang bekerja keras untuk mencoba merestrukturisasi secara total,” ujarnya di Gedung Trans TV, Senin (10/3/2023).

Erick menegaskan bahwa BUMN secara keseluruhan terbilang ‘sehat’. Hal ini berdasarkan perolehan laba yang meningkat dari sebelumnya.

“Kembali catatan, secara total BUMN sehat. Ya labanya itu Rp303 triliun yang labanya dulu hanya Rp13 triliun naik Rp124 triliun sekarang Rp303 triliun. Dari Rp303 triliun dikurangin, Garuda yang non cash, Rp59,60 triliun, masih Rp240 triliun. Artinya akan kenaikan dua kali lipat,” paparnya.

Justru, kata Erick, yang penting buat dirinya adalah besaran laba tersebut turun di tahun 2023. Jangan sampai di saat sudah meraup laba yang tinggi, kinerja BUMN kendor.

Kewajiban Menggunung

Kendati barangkali perolehan laba BUMN, dan di dalamnya ada PP, membaik, akan tetapi neraca keuangan kelima BUMN Karya masih belum bisa dikatakan sepenuhnya sehat.

Sepanjang 2022 lima perusahaan BUMN Karya yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) memiliki liabilitas atau utang jumbo senilai Rp281,03 triliun.

Nama-nama yang dimaksud adalah PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) dan PT Jasa Marga Tbk (JSMR).

Perusahaan (diolah CNBC Indonesia Research)

Sebagaimana diketahui, Jokowi berambisi membangun proyek infrastruktur yang ambisius, salah satunya jalan tol Trans-Jawa sepanjang 1.167 kilometer.

Anggaran infrastuktur di era Jokowi (sejak 2014) pun meningkat signifikan, dari Rp184 triliun sebelum dirinya menjadi Presiden RI pada 2013 menjadi Rp392 triliun pada tahun anggaran 2023.

Penugasan yang besar tersebut, yang meningkatkan rasio pengungkit (leverage ratio) atau rasio utang BUMN Karya, akhirnya mulai mengalami dampak yang signifikan saat pandemi Covid-19 menghantam pada 2020 lalu.

Sebagaimana diketahui, proyek-proyek nasional BUMN Karya tersebut, contohnya Waskita, dibiayai oleh utang bank yang besar (dari bank BUMN), terutama utang berbunga jangka pendek.

Waskita pun sempat melakukan restrukturisasi utang bank Rp29 triliun pada 2021. Walaupun, ternyata itu bukan kasus terakhir untuk emiten dengan kode emiten WSKT tersebut.

Waskit beberapa kali menerima gugatan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). Teranyar, dari PT Megah Bangun Baja Semesta.

“Gugatan PKPU tersebut kami terima pada 17 Februari 2023,” kata manajemen dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (21/2).

Gugatan permohonan PKPU tersebut terkait permintaan pelunasan utang senilai Rp 2,93 miliar.

PT Megah Bangun Baja Semesta merupakan salah satu vendor proyek pembangunan terminal bandara internasional Minangkabau, Terminal Bandar Depati Amir Tahap I dan Renovasi Waskita Rajawali Tower.

Permohonan tersebut telah didaftarkan di Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat bernomor perkara 38/Pdt.Sus-PKPU/2023/PN Niaga Jkt.Pst. Sidang pertama terkait gugatan dijadwalkan Selasa, 21 Februari 2023.

Gugatan tersebut dilayangkan pada saat perdagangan saham Waskita dihentikan sementara (suspensi) oleh BEI perusahaan menunda pembayaran bunga ke-15 obligasi berkelanjutan III Waskita Karya Tahap IV Tahun 2019 Seri B.

“Dapat kami sampaikan bahwa atas gugatan PKPU tersebut tidak berdampak pada kegiatan usaha perseroan baik secara operasional maupun keuangan,” sebutnya.

Waskita, saat ini memang sedang berbenah memperbaiki kinerja keuangannya. Sehingga perseroan melakukan perubahan beberapa jadwal perubahan pelunasan pokok obligasinya. Pelunasan pokok Obligasi Berkelanjutan III Waskita Karya Tahap II Tahun 2018 Seri B dari semula 23 Februari 2023 menjadi tanggal 16 Juni 2023.

Melalui Keputusan Rapat Umum Pemegang Obligasi Berkelanjutan III Waskita Karya Tahap III Tahun 2018 tanggal 17 Februari 2023, para pemegang obligasi telah menyepakati perubahan jadwal dan periode pembayaran bunga Obligasi Berkelanjutan III Waskita Karya Tahap III Tahun 2018 Seri B. Untuk pembayaran ke-18 dari sebelumnya pada tanggal 28 Maret 2023 menjadi tanggal 28 Juni 2023.

Selain itu, melalui keputusan Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) Berkelanjutan III Waskita Karya Tahap IV Tahun 2019 tanggal 17 Februari 2023, para pemegang obligasi telah menyetujui perubahan jadwal dan periode pembayaran bunga Obligasi Berkelanjutan III Waskita Karya Tahap IV Tahun 2019 Seri B.

Sebelumnya, BEI menghentikan perdagangan obligasi dan sukuk perusahaan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut di seluruh pasar. Pemberhentian perdagangan terhitung sejak sesi I perdagangan efek 16 Februari 2022 karena perusahaan menunda pembayaran bunga ke-15 obligasi berkelanjutan III Waskita Karya Tahap IV Tahun 2019 Seri B.

Untuk pembayaran ke-15 dan ke-16, dari semula pada tanggal 16 Februari 2023 dan 16 Mei 2023 menjadi tanggal 16 Agustus 2023.

Rasio Utang Tinggi

Rasio pengungkit yang mengukur seberapa banyak utang perusahaan dibandingkan ekuitas investor alias debt to equity ratio (DER) BUMN Karya masih tinggi. Ini tentu mengganggu baik untuk pemberi pinjaman/kredit maupun investor.

Pemberi pinjaman tentu menginginkan DER yang rendah supaya pinjaman bisa dibayar lunas, bahkan tanpa menggunakan ekuitas pemegang saham, jika perusahan terkena masalah going concern.

Demikian pula investor yang tidak ingin investasinya terganggu apabila perusahaan mengalami masalah solvabilitas alias tak mampu membayar utang jangka panjang perusahaan.

Waskita, emiten BUMN Karya yang paling terekspos, memiliki DER 590%, jauh di atas patokan (rule of thumb) 2-3 (200%-300%) untuk perusahaan konstruksi.

Untuk WIKA, ADHI, PTPP, JSMR, angkanya barangkali masih di rentang 300%-350% (sejumlah covenant pinjaman bank). Kendati demikian, angka tersebut tetap riskan mengingat suku bunga yang tinggi dan tingkat pengembalian investasi yang panjang membawa risiko tersendiri.

Perbaikan Laba

Sejumlah emiten BUMN Karya, ADHI, PTPP, dan JSMR, memang mencatatkan kenaikan laba, seperti disebut Erick Thohir beberapa waktu lalu. (Cek tabel di bawah).

PTPP, misalnya, melakukan klarifikasi atas beberapa indikasi pemberitaan di tengah merebaknya isu kinerja BUMN Karya.

Sekretaris Perusahaan PT PP Bakhtiyar Efendi mengungkapkan, perseroan berhasil menumbuhkan tingkat kesehatan di tahun 2022 menjadi 75,75 dari tahun sebelumnya sebesar 71,25 dengan kategori Sehat A.

Penilaian tingkat kesehatan perusahaan ini dinilai berdasarkan keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia dengan Nomor KEP-100/MBU/2022 tentang penilaian ingkat kesehatan Badan Usaha Milik Negara. Penilaian Tingkat Kesehatan tersebut dinilai berdasarkan 3 (tiga) aspek penilaian yang meliputi aspek keuangan, aspek operasional, dan aspek administrasi yang terdapat pada perusahaan.

“PTPP menekankan bahwa kondisi perusahaan saat ini dalam keadaan sehat tercermin dari hasil tingkat kesehatan yang telah dinilai oleh KAP secara objektif,” ujarnya dam keterangan tertulis, Jumat (14/4).

Bakhtiyar mengatakan, dalam hal kemampuan melunasi kewajibannya, perseroan berhasil memperoleh kembali peringkat Single A (idA) dengan outlook stabil dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Peringkat perusahaan tersebut berlaku selama 1 tahun sejak Maret 2023 sampai dengan Maret 2024.

“Peringkat Single A menandakan bahwa PTPP memiliki kemampuan yang kuat untuk memenuhi komitmen keuangan dalam jangka panjang,” tuturnya.

Selain itu, lanjutnya, kenaikan hutang perusahaan sejalan dengan kenaikan asset dan pendapatan usaha perusahaan sehingga dapat dikatakan hal tersebut adalah wajar. “Sejak tahun 2016, PTPP telah melakukan berbagai aksi korporasi besar melalui pembentukan BUJT dan aktivitas investasi lainnya, seperti pendirian PT PP Infrastruktur, PT PP Semarang Demak, PT KIT Batang, PT Celebes Railways Indonesia, PT Jasamarga Balikpapan Samarinda, PT Jasamarga Pandaan Malang, dan lainnya,” sebutnya.

Pendanaan ini berkontribusi terhadap laba perusahaan baik melalui sinergi lini bisnis, maupun peluang mendapatkan proyek baru melalui kegiatan investasi.

Sementara, meninjau rasio kas perusahaan, data menunjukkan adanya penurunan, namun hal tersebut terjadi dikarenakan adanya penyerapan terhadap dana Rights Issue dan PMN yang berhasil dihimpun perusahaan pada tahun 2016 lalu.

Perseroan menghimpun dana segar dari hasil Penawaran Umum Terbatas (PUT) melalui program Rights Issue sebesar Rp 2,16 triliun dan Penyertaan Modal Negara (PMN) dari Pemerintah sebesar Rp 2,25 triliun.

Namun, yang juga perlu dilihat, WSKT dan WIKA juga masih membukukan rugi sepanjang 2022.

Bahkan, WSKT menanggung rugi hingga Rp1,9 triliun, angka yang mengkhawatirkan dan bisa menggerus ekuitas perusahaan apabila tidak ada perbaikan dan injeksi dana anyar.

Jalan perbaikan kesehatan emiten BUMN Karya tampaknya masih panjang. Namun, peluang baik selalu terbuka, apalagi kalau Proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara berhasil membawa berkah terhadap emiten-emiten tersebut.