Suram, Negara Kaya Eropa Ini Terancam Masuk Jurang Resesi

swedia

Ancaman resesi benar-benar nyata di Swedia. Pemerintah memprediksi kontraksi PDB akan terjadi lebih dalam dari yang diharapkan di 2023 ini.

Ini memperburuk prospek ekonomi negeri tersebut. Kementerian Keuangan Swedia memperkirakan penurunan lebih dalam sebesar 1%, setelah meramal PDB menyusut sebesar 0,7% di Desember lalu.

“Kita menghadapi tantangan besar, tetapi kita akan melewatinya bersama-sama,” kata Menteri Keuangan Swedia, Elisabeth Svantesson, mengatakan dalam siaran pers Senin (17/4/2023) waktu setempat, dikutip CNBC International.

“Banyak orang berjuang untuk memenuhi kebutuhan, jadi penting bagi pemerintah untuk melawan inflasi dan mendukung mereka yang berada dalam keadaan paling sulit,” tegasnya.

Sebelumnya, pemerintah Swedia memang telah menggambarkan prospek ekonomi negara itu untuk tahun 2023 sebagai sesuatu yang “suram” dalam sebuah laporan pada Oktober 2022. Kala itu, ekonomi sudah diprediksi akan tergelincir ke dalam resesi.

Meski Indeks Harga Konsumen (CPI) terbaru menunjukkan inflasi akhirnya mulai melambat, namun upah warga masih tertatih-tatih dan harga rumah menghadapi penurunan yang serius. Jumat lalu angka inflasi inti (tidak termasuk energi) Swedia pada Maret tercatat 8%, lebih rendah dari sebelumnya 9,4%, tapi masih jauh di atas target bank sentral 2%.

“Orang-orang memiliki daya beli yang lebih rendah daripada yang mereka miliki selama beberapa tahun,” kata profesor ekonomi dan wakil dekan di School of Business, Economics and Law di University of Gothenburg, Ola Olsson.

“Begitu banyak orang berjuang dengan hal-hal mendasar dan juga mengurangi konsumsi mereka,” tambahnya.

Lembaga pemikir Swedia, Institut Riset Ekonomi Nasional pun mengatakan inflasi -tanpa memasukkan energi- akan tetap tinggi sepanjang tahun. Setidaknya butuh waktu hingga kuartal kedua tahun 2024 sebelum akhirnya turun di bawah 2%.

“Diperlukan pula waktu hingga 2025 sebelum ekonomi benar-benar membaik dan resesi yang diperkirakan sekarang mungkin tidak akan berakhir hingga 2026,” kata lembaga itu lagi.

Sementara itu, Komisi Eropa, badan eksekutif Uni Eropa (UE), juga menggemakan nada buruk dalam prospek pertumbuhan terbaru. Di mana Swedia menjadi satu-satunya negara di mana pertumbuhan PDB diproyeksikan meluncur ke wilayah negatif tahun ini.

Komisi memperkirakan penurunan sebesar 0,8% untuk tahun 2023 dengan kenaikan sebesar 1,2% pada tahun 2024. Ini menjadi perkiraan terendah kedua setelah Italia.

Sebenarnya kenaikan inflasi kini menjadi masalah banyak negara di Eropa. Hal ini salah satunya disebabkan perang Rusia-Ukraina yang menyebabkan melambungnya harga makanan, karena Kyiv sumber utama pangan Eropa, dan energi, karena Rusia sumber minyak dan gas benua biru.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*