Wapres Ma ruf Amin: Sudah Tidak Zamannya Bahasa Arab Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia

wapres-ma-ruf-amin-sudah-tidak-zamannya-bahasa-arab-diterjemahkan-ke-bahasa-indonesia

Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin menyebutkan sebuah cerita terkait bahasa Arab yang kerap diterjemahkan dalam bahasa Indonesia.

Menurut Alumnus Pesantren Tebuireng, Jawa Timur ini, sekarang tidak zaman lagi menerjemahkan bahasa Arab ke bahasa Indonesia. Justru yang terjadi adalah sebaliknya.

Bahasa Indonesia yang harusnya diterjemahkan ke dalam pelbagai bahasa, apalagi bahasa Arab.

Alasannya, karena Islam di Indonesia itu toleran dan damai yang sudah seharusnya disebarkan ke banyak negara.

Hal itu dikatakan saat Wapres Maruf memberikan orasi ilmiah di Wisuda Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIS) Syaichona Moh. Cholil, Bangkalan, Madura (13/1/2022).

Awalnya, Wapres menceritakan soal organisasi ulama bernama Majelis Hukama Muslimin, organisasi ulama yang berpusat di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

“(Majelis Ulama) menemui saya dan menyatakan bahwa sekarang ulama datang ke Indonesia untuk belajar, bukan untuk memberikan pelajaran. Mereka ingin belajar tentang bagaimana Indonesia bisa begitu damai, toleran,” kata Wapres sebagaimana dikutip dari Tribunnews, Jumat (14/1).

Baca Juga: Wapres Ma’ruf Ingin Madura Jadi Pelopor Pengembangan Riset Produk Halal di Indonesia

Wapres lantas menjelaskan, atas dasar itulah harusnya bahasa Indonesia justru yang harus diperbanyak terjemahannya agar Islam damai dari Indonesia pun tersebar.

“Dan tidak zamannya lagi menerjemahkan Bahasa Arab ke dalam Bahasa Indonesia, tapi sekarang adalah Bahasa Indonesia yang harus diterjemahkan ke Bahasa Arab,” kata dia.

Wapres lantas mengatakan, para cendekiawan Islam dunia mulai dari Mesir, Arab Saudi, hingga Uni Emirat Arab ingin tahu cara Indonesia mengembangkan Islam dengan cara yang toleran.

“Islam yang rahmatanlilalamin. Oleh karena itu, kita ini harus menjadi bagian daripada cara kita mengembangkan Islam dengan bersikap wasathaniyah. Itulah saya kira patut kita syukuri,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*